var id = "aa8b755c57ec91970af252b4ed334c8571b7da62"; class="archive category category-kesehatan category-177 no-slider content-r" layout='2'>

Category Kesehatan

Ini Gejala Demam dan Penanganan yang Harus Anda Berikan pada Anak

Demam pada anak adalah suatu kondisi di mana suhu tubuh melewati batas normal, tidak seperti biasanya. Anak dapat dikatakan demam saat suhu tubuh mereka lebih dari 37, 2 derajat Celsius jika diukur dari ketiak dan lebih dari 37, 8 derajat Celsius jika diukur dari mulut si kecil.

Bila Anda rasa tubuh anak lebih hangat dibandingkan biasanya, contohnya kening yang terasa hangat saat disentuh. Segera gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh si kecil. Perlu Anda ketahui, jangan gunakan termometer yang berisi air raksa ataupun merkuri, karena akan sangat berbahaya jika pecah. Pakailah termometer digital yang dapat digunakan pada mulut ataupun ketiak.

Ada beberapa gejala yang harus Anda ketahui bahwa sang buah hati sedang terserang demam. Berikut adalah gejala-gejalanya.

  1. Leher terasa kaku saat digerakkan.
  2. Muntah yang berkepanjangan, bahkan mengalami diare.
  3. Muncul ruam.
  4. Nafsu makan berkurang.
  5. Tubuh lemah dan tidak bersemangat.
  6. Sakit perut dan sakit kepala berat.

Pada umumnya, demam pada anak terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh anak ketika melawan infeksi, khususnya infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas. Pada beberapa kasus yang memang jarang terjadi, anak biasanya mengalami infeksi pada saluran kencing, infeksi pada telinga, dan pneumonia atau infeksi pada paru-paru. Selain itu, demam juga bisa terjadi akibat reaksi setelah vaksinasi atau imunisasi.

Kadang memang agak sulit untuk menentukan apakah demam pada anak disebabkan oleh virus biasa seperti flu, atau dipicu oleh kondisi berbahaya lainnya. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memberikan diagnosis yang tepat pada si kecil. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan oleh dokter.

  • Pemeriksaan sampel darah

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak terinfeksi virus atau bakteri. Pengambilan sampel darah juga membantu dokter untuk mengetahui apakah sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan baik dan sebagaimana mestinya.

  • Tes urine

Dokter akan mengambil sampel urine anak untuk diuji dan diteliti di laboratorium. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada infeksi pada saluran kemih si kecil. Apabila diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kultur urine untuk mengetahui kemungkinan adanya bakteri dalam urine anak. Hasil kultur urine tersebut, bisa didapatkan sekitar satu atau tiga hari setelah menjalani pemeriksaan.

Tidak semua kasus demam pada anak harus ditangani oleh dokter. Di beberapa kasus, penanganan medis hanya diberikan saat anak merasa rewel dan tidak nyaman. Pada kondisi seperti itu, obat seperti paracetamol dapat diberikan pada si kecil. Namun, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat pada anak. Obat pun harus diberikan dengan dosis yang tepat, oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter sangat diperlukan.

Perlu Anda ketahui, jangan pernah berikan obat apa pun pada anak dengan usia di bawah dua bulan tanpa rekomendasi atau resep dari dokter. Jangan sekali-kali memberikan aspirin untuk meredakan demam pada si kecil. Pada beberapa kasus, aspirin bisa membuat anak mengalami sindrom Reye, suatu kondisi yang berbahaya di mana dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak.

Untuk mencegah demam pada anak, Anda harus memastikan nutrisinya tercukupi dengan selalu memberinya asupan makanan bergizi tinggi dan bervitamin. Yang paling penting adalah menerapkan pola hidup sehat pada anak. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dokter anak di rumah sakit.

Read More